Ana Uhibbukum Fillah

Rabu, 14 April 2010

Hukum Lagu, Musik, dan Nasyid


kamis, 15 maret, 2010

Hukum Lagu, Musik, dan Nasyid

[DALIL DALIL DARI AL QUR'AN TENTANG
HARAMNYA NYANYIAN DAN MUSIK ]
---------------------------
Firman Allah Tabaaraka wa Ta'ala:
"Dan diantara manusia ada orang orang yang membeli perkataan yang tidak berguna (lahwal hadiits) untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikan jalan Allah sebagai olok olokan. Mereka itu memperoleh adzab yang menghinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat ayat Kami, dia berpaling dan menyombongkan diri seolah olah dia tidak mendengarnya, seakan akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan adzab yang pedih." (QS. Luqman: 6-7).

Kalimat lahwal hadiits (perkataan yang tidak berguna) dalam ayat di atas ditafsirkan oleh para ulama tafsir dengan nyanyian.

a. Dari Abu Shahba' al Bakri rahimahullah bahwasanya ia mendengar 'Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu'anhu ditanya tentang tafsir dari ayat ini, beliau radhiyallahu'anhu mengatakan,

"Lahwal hadiits (perkataan yang tidak berguna) adalah nyanyian. Demi Dzat yang tidak ada ilah selain Dia." Beliau mengulang perkataannya tiga kali. (Lihat Tafsiir ath Thabari (X/202-203, no. 28040)).

b. Ibnu 'Abbas radhiyallahu'anhu (wafat th. 68 H) juga menafsirkan lahwal hadiits dengan nyanyian dan sejenisnya.

c. Mujahid bin Jabr rahimahullah (wafat th. 103 H) seorang imam ahli tafsir ternama di kalangan Tabi'in, dalam menafsirkan ayat ini beliau mengatakan bahwa yang dimaksud dengan lahwal hadiits adalah nyanyian.

d. 'Ikrimah rahimahullaah (wafat th. 105 H) seorang murid Ibnu 'Abbas juga menafsirkan lahwal hadiits dengan nyanyian.

e. Ibnu Jarir ath Thabari (wafat th. 310 H) rahimahullaah telah menyebutkan beberapa perkataan para ulama Salaf yang mengatakan bahwa maksud dari lahwal hadiits adalah semua perkataan (pembicaraan) yang melalaikan seseorang dari jalan Allah Ta'ala serta yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Termasuk juga nyanyian.

f. Imam al Wahidi rahimahullaah (wafat th. 468 H) berkata, "Ayat ini, menurut tafsir ini (yakni tafsir para Shahabat), menunjukkan tentang haramnya nyanyian."

g. Imam asy Syaukani rahimahullaah (wafat th. 1255 H) mengatakan dalam kitab tafsirnya bahwa makna dari lahwal hadiits adalah semua yang melalaikan seseorang dari kebaikan, contohnya seperti nyanyian, permainan, dongeng dongeng, dan setiap perbuatan munkar. Beliau rahimahullaah mengatakan, "Imam al Qurthubi rahimahullaah (wafat th. 671 H) mengatakan, 'Sesungguhnya tafsir yang tepat untuk lahwal hadiits adalah nyanyian, dan ini merupakan tafsir para shahabat dan tabi'in.'"



[DALIL DALIL DARI AS SUNNAH TENTANG
HARAMNYA NYANYIAN DAN MUSIK]
---------------------------
Diriwayatkan dari 'Abdurrahman bin Ghanm al Asy'ari, dia berkata, "Abu 'Amir atau Abu Malik al Asy'ari radhiyallahu'anhu telah menceritakan kepadaku, demi Allah, dia tidak berdusta kepadaku, dia telah mendengar Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,

'Sungguh, benar benar akan ada di kalangan ummatku sekelompok orang yang menghalalkan kemaluan (zina), sutera, khamr, dan alat alat musik. Dan beberapa kelompok orang benar benar akan singgah di lereng sebuah gunung dengan binatang ternak mereka, seorang yang fakir mendatangi mereka untuk suatu keperluan, lalu mereka berkata, 'Kembalilah kepada kami pada esok hari.'
Kemudian Allah mendatangkan siksaan kepada mereka dan menimpakan gunung kepada mereka serta Allah mengubah sebagian dari mereka menjadi kera dan babi sampai hari Kiamat."

Diriwayatkan oleh al Bukhari secara mu'allaq dengan lafazh jazm (pasti) (no. 5590/Fathul Baari X/51), Ibnu Hibban (no. 6719), al Baihaqi (X/221), Abu Dawud (no. 4039).

Hadits ini SHAHIH. Karena itulah para imam ahlul hadits menghukumi hadits ini dengan keshahihannya.
1. Dishahihkan oleh al Bukhari, Ibnu Hibban, al Barqani, dan Abu 'Abdillah al Hakim.
2. Ibnush Shalah mengatakan, "Hadits ini shahih."
3. Ibnu Taimiyyah berkata mengenai hadits ini, "Apa yang diriwayatkan oleh al Bukhari adalah shahih."
4. Dishahihkan juga oleh al Isma'ili dan Abu Dzarr al Harawi.
5. Ibnul Qayyim mengatakan, "Hadits ini shahih."
6. An Nawawi berkata, "Hadits ini shahih."
7. Ibnu Rajab mengatakan, "Maka hadits ini adalah shahih."
8. Ibnu Hajar mengatakan, "Dalam hadits ini shahih, tidak ada cacat dan celaan padanya."
9. Asy Syaukani mengatakan, "Hadits ini shahih, diketahui sanadnya yang bersambung berdasarkan syarat ash Shahiih."
10. Dan ad Dahlawi mengatakan, "(Sanadnya) bersambung dan shahih."



[PENJELASAN PARA ULAMA TENTANG
HARAMNYA NYANYIAN DAN MUSIK]
-----------------------------
3. Imam Abu Hanifah rahimahullaah (wafat th. 150 H).
Beliau adalah orang yang sangat membenci nyanyian, dan beliau mengatakan bahwa mendengarkan nyanyian adalah perbuatan dosa. (Talbiis Ibliis (hal. 236)).

4. Imam Adh Dhahhak bin Mujahim rahimahullaah (wafat th. 102 H).
Beliau mengatakan, "Nyanyian itu merusak hati dan mendatangkan kemurkaan Allah."

6. Imam Malik bin Anas rahimahullaah (wafat th. 179 H).
Beliau mengatakan, "Nyanyian itu hanyalah dilakukan oleh orang orang fasiq di daerah kami." (al Amru bil Ma'ruuf wan Nahyi 'anil Munkar (no. 165) karya al Khallal).

7. Imam asy Syafi'i rahimahullaah (wafat th. 204 H).
Beliau mengatakan, "Nyanyian adalah satu permainan yang tidak aku sukai, yang menyerupai kebathilan dan tipu daya. Barang siapa sering melakukannya, maka dia adalah orang yang bodoh dan persaksiannya ditolak." (Talbiis Ibliis (hal. 236), Ighaatsatul Lahfaan (I/413)).

8. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullaah (wafat th. 241 H).
Beliau mengatakan, "Nyanyian dapat menumbuhkan kemunafikan di dalam hati. Aku tidak menyukainya." (al Amru bil Ma'ruuf wan Nahyi 'anil Munkar (no. 164) karya al Khallal).

14. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullaah (wafat th. 728 H).
Beliau mengatakan, "Empat Imam Madzhab berpendapat bahwa semua alat musik adalah haram.... Al Ma'aazif adalah alat alat musik sebagaimana yang disebutkan oleh para pakar bahasa Arab, bentuk jamak dari ma'zifah, yaitu alat yang dibunyikan. Dan tidak ada perselisihan sedikit pun dari pengikut para imam (tentang haramnya alat musik)." (Majmuu' Fataawaa (XI/576)).



[PERSONAL VIEW]
---------------
Ayat al Qur'an yang menjelaskan haramnya nyanyian dan musik sangat terang dan gamblang. Hadits yang menjelaskan tentang haramnya nyanyian dan musik juga sangat terang dan gamblang. Kemudian, penjelasan para ulama (termasuk empat Imam Madzhab) tentang haramnya nyanyian dan musik juga sangat jelas. Maka dari itu apakah patut berpendapat dengan selain dari pendapat tentang haramnya nyanyian dan musik?


Semoga bermanfaat.
.. Ringkasan Buku ...
http://buku-islam.blogspot.com

PENERIMAAN SANTRI BARU


PENERIMAAN SANTRI BARU
PESANTREN PERSIS 96 LEMPONG GARUT
Tahun Ajaran: 2010-2011 M / 1431-1432 H
Jln. Raya Warung Peteuy No. 137 Desa Sukaraja
Kec. Banyuresmi Kab. Garut
Phone : (0262) 2247292 Kode Pos : 44191

Muqoddimah

Pesantren Persatuan Islam 96 Lempong Banyuresmi, merupakan Lembaga Pendidikan Terpadu dengan tujuan “Terbinanya manusia yang berahlakul karimah yang tafaquh fiddin “. Kegiatan pendidikan diorientasikan kepada Pembinaan Aqidah, Ahlak dan Pemahaman serta pengamalan ajaran Al Islam yang sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan As Sunnah, sehingga kurikulumnya mengarah pada Lulusan/Alumni yang mampu mengem bangkan dirinya menjadi Ulama, Cendikia, berguna bagi Bangsa dan Negara, serta siap bersaing ditataran regional
Waktu dan tempat pendaftaran
1. Pendaftaran : Tgl, 25 Juni s.d 15 Juli 2010.
2. Tempat : Pesantren Persis 96.
3. Waktu : Pukul. 07.30 s.d 1230 WIB.

JENJANG PENDIDIKAN

I. TAMAN KANAK-KANAK AL QUR’AN ( TKA )
STATUS : TERDAFTAR
A. Syarat Pendaftaran :
1. Mengisi Formulir pendaftaran.
2. Membayar Biaya pendaftaran.
3. Membayar Infaq 1 Bln pertama ( Juli 2010 ).
4. Dana Anggaran Pendidikan / DAP ( 1 Thn )
5. Pas Photo 3 X 4 : 4 Buah.
6. DSP Tahunan ( bisa dicicil selama 1Thn )
B. Pakaian Seragam Tingkat TKA.
1. Pakaian seragam Kuning Hijau
2. Pakaian Olah raga.
3. Pakaian Putih-putih

II. MADRASAH IBTIDAIYYAH ( MI PLUS )
STATUS : TERDAFTAR
A. Syarat Pendaftaran :
1. Mengisi formulir pendaftaran.
2. Membayar Biaya pendaftaran.
3. Membayar Infaq 1 Bln pertama ( Juli 2010 )
4. Pas Photo 3 X 4 sebanyak 2 lembar.
5. Ijazah TK ( bagi calon Santri yang berasal dari TK : 2 lembar )
B. Pakaian Seragam Tingkat MI.
1. Putera : Kemeja tangan pendek putih.Celana panjang Merah hati.
2. Puteri : Baju kurung tangan panjang putih. Kerudung Gading tulang. Longdres Merah hati.

III. MADRASAH TSANAWIYYAH ( MTs. )
STATUS : TERAKREDITASI : B
A. Syarat Pendaftaran :
1. Mengisi formulir pendaftaran.
2. Membayar biaya pendaftaran.
3. Membayar Infaq 1 Bln pertama ( Juli 2010 )
4. Membayar Uang Kesantrian untuk 1 Thn.
5. Membayar Biaya Raport ( Negri & Pst )
6. Salinan Ijazah SD / MI : 2 Lembar.
7. Pas Photo 3 X 4 : 2 Lembar ( Hitam putih ).
B. Pakaian Seragam Tingkat Tsanawiyyah.
1. Putera : Kemeja tangan pendek Gading. Celana panjang coklat peramuka.
2. Puteri : Baju kurung tangan panjang Gading. Kerudung kuning tua. Longdres coklat peramuka.

IV. MU’ALLIMIEN / MADRASAH ALIYYAH
STATUS : TERAKREDITASI : B
A. Syarat Pendaftaran :
1. Mengisi formulir pendaftaran.
2. Membayar biaya pendaftaran.
3. Membayar Infaq 1 Bln pertama ( Juli 2010 )
4. Membayar Uang Kesantrian untuk 1 Thn.
5. Membayar Biaya Raport ( Negri & Pst )
6. Salinan Ijazah SLTP / MTs. : 2 Lembar.
7. Pas Photo 3 X 4 : 2 Lembar ( Hitam putih ).
B. Pakaian Seragam. Tk. Mu’allimien / Aliyyah.
1. Putera : Kemeja tangan pendek Putih. Celana panjang Crem.
2. Puteri : Baju kurung tangan panjang Putih. Kerudung Putih, Longdres Crem.

Keunggulan Kompetitif
- Laboratorium Komputer.
- Laboratorium IPA
- Perpustakaan
- Sarana Peribadatan Lengkap
- Sarana Olah raga
- Tenaga Kependidikan yang berkualifait.

Konsentrasi Mata Pelajaran
Perpaduan antara Kurikulum Departemen Agama, Departemen Pendidikan Nasional dan Persatuan Islam.

Masa Belajar
KBM dimulai Tgl. 26 Juli 2010. s.d Tgl. 15 Juli 2010.

Kami Hadir Memberikan Solusi
Imformasi lebih lengkap Hubungi Sekertariat Pendaftaran.

NEW BOOK REALIZE_1...


Arba’in for Children

Aku hafal 40 hadits

Hal yang sangat dibanggakan orang tua dari anaknya bukanlah karena mereka memberikan emas permata, uang, kendaraan dan kemewahan, melainkan karena mereka mempersembahkan keshalihan.
Keshalihan anak kita-lah yang akan menyelamatkan sekaligus mengantarkan orang tuanya ke gerbang pintu kebahagiaan dunia dan akhirat. Anak yang shalih yang sesungguhnya-lah menjadi permata hati (qurrata a’yun) sebenarnya kebanggaan dan dambaan orangtua.
Karena inilah perlunya mendidik anak agar mereka menjadi waladin shalihin yad’u lahu, anak yang shalih yang senantiasa memohonkan yang terbaik bagi orang tuanya.
Buku sederhana ini, insya Allah akan bermanfaat bagi para orang tua dan para pendidik dalam rangka mendidik putra-putrinya agar benar-benar terarah dalam upaya menshalihkan putra-putri kesayangannya.
Buku ini berisi kumpulan empat puluh lima hadits Baginda Nabi populer yang sengaja disusun dengan muatan tarbiyatul aulad atau mendidik anak agar mereka menjadi anak yang shalih.
Ajarilah anak kita dengan hadist Nabi agar mereka lebih tahu ajaran Nabi, lebih mengerti akhlak Nabi, dapat meneladani akhlak Nabi, mengidolakan pribadi Nabi dan lebih mencintai Baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

By, Created. Abdurohim, M.Ag. Ikhwan Publishing

NEW BOOK REALIZE_2...


Fortunately our life is a full day dzikir
Dzikir dan berdoa tidak bisa lepas dari kesharian seorang muslim. Dzikir ddan do’a adalah pengiring setiap aktivitas yang kita lakukan sepangjang waktu (full time) dan sepanjang hari (full day) agar apapun yang kita lakukakn berbuah berkah dan keberuntungan.
Bagi seorang muslim dzikir dan do’a adalah pengikat hubungan antara dirinya dengan Allah yang menciptakannya.
Semakin kuat aktifitas dzikir dan do’a seorang muslim yang dipanjatkan sepanjang hari dan sepanjang waktu, maka semakin erat hubungan antara dirinya dengan Tuhannya, artinya jiwanya akan tenang, semua aktifitas yang dilakukan akan terkendali dalam jalur keberuntungan hidup, karena ia terus dekat dengan Allah yang menjaga dan menolongnya. Allah berfirman:
“Ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung” (QS. Al-Jumu’ah [62]: 10)
Dengan demikian, jika kita selalu berdzikir kepada Allah sepanjang hari, maka hari-hari kita adalah hari keberuntungan.
Fortunaltely, our life is a full day dzikir!

By, Created. Abdurohim, M.Ag. Ikhwan Publishing

Robohnya Dakwah di Tangan Para Da’i

Robohnya Dakwah di Tangan Para Da’i

Untuk sebuah perjuangan, dakwah ataupun jihad, kaderisasi dan semangat yang kurang adalah sebuah hambatan utama.
Kader-kader yang tidak kompeten, kurang gesit dsb, menyebabkan kurang kuatnya bangnann dakwah.
Taat bin Malik adalah seorang pejuang yang tangguh dan penuh semangat. Tapi, kadang hasutan yang membuat seseorang tak sadar dirinya berada pada genggaman setan. Akhirnya beliau banyak sekali alasan untuk tidak ikut barisna pertama. Karena beliau mengira dan berpikir bisa mengejar padahal akhirnya malah tertinggal. Selain itu bisikan dari setan untuk tinggal bersama 2 istrinya yang cantik. Kalau dipikir hubungan suami istri sudah pasti disebut ibadah. Terus kalo meninggalkan dakwah apakah benar??? Mungkin memang itu adalah salah satu penyebab robohnya bangunan dakwah. Terus bagaimanakah kita?
Kita belum menikah, kita beda dengan Taat bin Malik. Kita tidak bisa hanya dengan alasan sepele langsung meninggalkan dakwah, sedangkan beliau saja yang sudah tentu karena istrinya karena hubungan yang halal penyebab robohnya bangunan dakwah. Apakah kita benar melontarkan alasan2 yang kurang benar.
Kita wajib berdakwah, di kampus, di rumah, di kos, dan pastinya di lingkungan yang sekarang kita tempati.
Apakah hanya karena masalah kecil males untuk bergerak. Apakah kita yang akan merobohkan bangunan dakwah itu sendiri?
“Asslm. Ukhti. Nanti sore ba’da ashar syuro di selasar MMU. Wajib dateng!!!”
“wa’alaikumussalam, pak. Afwan. Saya tidak bisa dating syuro. Sudah ada rencana mudik nanti sore”
Tidak pantaskah jika aku bela temen. Apakah kita mesti terlalu idealisme? Bukankah dakwah pertama diterapkan pada diri sendiri dan keluarga? Tidak syar’ikah alasan untuk mudik? Loh, apalagi kok mengira cumin kangen-kangenan doing.
Mungkin saya ga mudik seperti halnya temen saya, saya merasakan ebtapa rindunya, betapa pengen ketemu dengan orang tua, Rhidho orang tua, rhidho Allah juga kan? Saya memang jarang sekali mudik. Mungkin sekali dua kali kalau lagi Ramadhan ato liburan semester. Komunikasi saya dnegan orang tua sekarang ini adalah melalui telp. Itupun sangat jarang banget. Mungkin cuman sebulan seklai. Itupun juga rata-rata ngomong cuman 2 menitan. Paling-paling cuman Tanya gimana kabar? Duitnya masih blom? Kapan dikirim? Kabar rumah baik2 saja. Sampai-sampai hafal yang mau diomongin ibu ketika telp. Mesti itu-itu mulu. Ga bisa aku ngomong banyak-banyak. Sebenernya saya pengen sekali cerita kepada beliau, cerita tentang aktivitas di kampus, cerita di kos dan cerita semuanya. Aku pengen membagi senang dan sedih. Pengeeen sekali…
Menurut saya kurang tepat kalau pak bilang cuman kangen-kangen doing. Enggak!!! Bukankah dakwah tidak hanya di kampus? Apakah ga aneh ketika di kampus baik2 aja sedang kos berantakan seperti yang sekarang mungkin aku alami. Astaghfirullah!!!
Di kampus kita dengan semangatnya bilang: jihad!!! Jihad!!! Jihad!!! Palestina gini!! Palestina gitu!!! Tapi, kampus berantakan!! Kos ambrul adul !!! aduh!!! Tidaaakkkkk!!!!
Well, mungkin aku aja yang terlalu ngeyel. Dakwah adalah emngajak ke kebaikan dan mencegah ke kemungkaran. So, pasti ga hanya mengajak ke kebaikan saja kan. Mencegah kemungkaran juga dapat dikatakan dakwah kan??? Kadang memang berpikir. Ruh jihadku kelontongan, ruh jihadku kosong, ruh jihadku kering. Karena aku sendiri sebenarnya belum paham yang namanya jihad yang benar seperti apa. Setauku, dengan ilmu yang kita punya dengan apapaun yang kita punya kita wajib jihad. So, diharapkan kita kompeten pada ilmu kita yang sangat dibutuhkan untuk berjihad. Jihad enggak mesti iktu perang kan? Diri ini blom terlatih untuk berjihad. Karena selama ini memang tugas utamaku adalah belajar dan belajar. Itulah yang telah dimanahkan kepadaku. Dan sedih sekali ketika aku merasa mengeewakan orang tua, mengecewakan keluargaku.
Apakah mungkin aku terlalu meremehkan sesuatu? Enggak!! Sebenernya aku sadar, jalan ini sungguh sanagt sulit!!!
Astaghfirullah… afwan kalau saya penyebab pertengakaran itu, penyebab perdebatan itu. Kita mungkin memang punya cara pandang yang berbeda. So, mungkin dengan perdebatan itu saya bisa meluruskan niat dan paham benar tentang jihad itu sendiri. Kenapa setiap akali ketemu kok marah-marah, berantem ?? benar2 aku blom paham dansemoga cepat paham. Amiiin.
Kenapa tho?? Kok idealisme banget? OK!!! Sekarang yang penting kita lebih bersemangat lagi untuk bergerak!! Masih banyak hal yang belum kita dapatkan !!! saya sangat mengharapkan masukan dari temen-temen semua. Biar aku ga lengah serangan musuh!!! Semangat!!!

JAGALAH PANDANGAN


JAGALAH PANDANGAN

Kita ingin memiliki hati yang bersih
Kitapun harus tau jalan2 yang membuat hati kotor
dari mata turun ke hati
Artinya mata yang tidak terjaga
Bisa mengakibatkan hati menjadi kotor dan membuta

Ketrampilan menahan apa-apa yang diharamkan Allah
InsyaAllah membuat hati kita bercahaya
Oleh karena itu, menundukkan pandangan adalah amalan yang utama
Marilah kita palingkan pandangan kita
dari lawan jenis yang tidak halal untuk dilihta
jauhkan pandangan kita dari kilauan dunia
Yang membuat hati kita diperbudak oleh keinginan semata
tahan dari merendahkan meremehkan siapapun jua

Mata mengantarkan kepada keinginan
Seandainya keinginan itu yang diridlai Allah
maka mata kita akan menjadi penuntun amalan sholeh kita
Jika keinginan itu mengantarkan kemaksiatan
Maka KUNCInya adalah .....
JAGALAH PANDANGAN !!!!......
(tausiyah dari KH. Abdullah Gimnastiyar)

SAMBUTLAH HARI-HARI MU


Hari-harimu engkau lewati begitu saja, sesaat demi sesaat. Semua berlalu begitu cepatnya. Begitulah. Dirimu berpindah dari pagi ke petang, dan dari petang hingga pagi kembali. Apakah engkau pernah bermuhasabah (introspeksi) terhadap dirimu sendiri pada suatu hari? Sehingga engkau bisa melihat lembaran-lembaran harimu, dengan amal apa engkau membukanya dan dengan amal apa pula engkau menutupnya? Bakr Al Muzni berkata, “Tidak ada satu haripun yang dikeluarkan oleh Allah ke dunia, kecuali berkata, `Wahai anak Adam, manfaatkanlah aku. Karena mungkin saja tidak ada hari lagi buatmu setelahku`. Dan tidaklah ada malam, kecuai berseru,`Wahai anak Adam, manfaatkanlah aku. Karena mungkin saja tidak ada malam lagi bagimu setelah aku`.” Maka telah berapa banyak hari yang engkau lewati. Berapa banyak umur telah engkau lalui. Namun, teramat sedikit orang yang mau bermuhasabah terhadap dirinya. Dan sedikit sekali orang yang mau mengetuk jiwanya dengan cemeti muhasabah. Mereka menjalani hari-harinya dalam kelalaian dan panjang angan-angan yang tak ada faidahnya. Ketika fajar menampakkan benang-benang cahayanya, engkau saksikan, kebanyakan manusia menyambut hari-harinya dengan niat yang tidak benar. Setelah berlalunya siang dan berganti malam, engkau bisa saksikan, mereka kembali ke peraduan mereka dengan niat seperti itu pula. Saudaraku … muslim, Matahari senantiasa terbit dan tenggelam. Tetapi apakah engkau telah menghisab dirimu sendiri pada suatu hari? “Amal shalih apakah yang hendak kuperbuat ? Amal apakah yang akan aku hadirkan untuk hari ini? Memang benar, umumnya manusia tidak pandai dalam mengatur hari-hari mereka. Padahal … dirimu wahai anak Adam, akan senantiasa dihitung dan ditulis pada hari-hari itu. “Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata,”Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang juapun.” (QS Al Kahfi : 49). Dan berfirman Allah Ta’ala, yang artinya: “Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu). Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Al Infithar : 10-12). Maka jiwa-jiwa akan dihisab, amal-amal akan ditulis. Dan seandainya orang yang lalai itu sadar, sungguh mereka akan memelihara diri dan menjaganya dari jalan kebinasaan. Namun sedikit sekali orang yang sadar, sedikit sekali orang yang memperhatikan jalan itu. Sebagian orang yang bijak berkata, “Jika seseorang memasuki waktu pagi, hendaklah ia berniat dengan empat perkara. Pertama, melaksanakan yang diperintahkan Allah. Kedua, menjauhi laranganNya. Ketiga, inshaf (berbuat adil) terhadap orang yang ada diantara mereka, dan dalam bermu`alamahnya. Keempat, ishlah (memperbaiki hubungan) antara ia dengan musuh-musuhnya. Apabila ia berada di atas niat ini, maka aku berharap ia termasuk orang yang shalih dan beruntung.” Maka perhatikanlah wahai orang-orang yang berakal, hisablah dirimu ! Apakah engkau termasuk jenis ini? Jika ya, perbanyaklah pujian kepada Allah dan mohonlah tambahan fadhilah serta istiqamah di atas petunjukNya. Tetapi, jika engkau tidak termasuk jenis ini, kembalilah ke jalan itu sebelum waktunya lewat. Berlapanglah untuk memperbaiki dirimu, dan mintalah taufiq kepadaNya menuju jalan kebahagiaan. Sesungguhnya orang-orang yang berakal akan menjadikan hari-harinya ladang untuk akhirat. Dia akan menanam, mengairi dan mengolahnya dengan amal-amal shalih, sehingga bisa memetik hasilnya di kemudian hari, yaitu pada saat manusia hanya mendapatkan kebaikan atau keburukan yang pernah ia kerjakan. Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara. Masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum tiba masa sakitmu, kayamu sebelum tiba masa fakirmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan hidupmu sebelum masa matimu” (Riwayat Al Hakim, Shahih Thargib Al Albani, 3355). Saudaraku muslim … Apa yang telah engkau persiapkan untuk suatu hari; yang engkau akan disendirikan di dalam kuburmu? Apakah dirimu termasuk orang-orang yang terlalaikan oleh angan-angan kosong, ataukah termasuk orang yang memperhatikan hari esok? Ketahuilah ! Bahwa dalam hari-harimu ada kesempatan. Maka, manfaatkanlah dan jangan engkau menunda-nunda kebaikan hingga hari esok. Jika kemarin engkau berbuat dosa, maka, lipatgandakanlah kebaikan, niscaya engkau akan terpuji. Jika engkau manfaatkan hari-harimu, maka faidahnya akan kembali kepadamu. Hari kemarin telah berlalu, tak mungkin akan kembali. Janganlah engkau menunda-nunda kebaikan hingga esok. Mungkin hari esok akan hadir, namun engkau telah tiada Songsonglah hari-harimu dengan niat yang benar, berazam (bertekad) berbuat taat, menjauhi maksiat dan tidak lupa meminta kepada Allah taufikNya menuju keridlaanNya. Janganlah dirimu melupakan dzikir kepada Allah, dan janganlah ada hari yang berlalu tanpa dzikrullah. Laksanakanlah perintah-perintah Allah yang telah diwajibkan kepadamu, terutama shalat lima waktu ketika muadzin memanggilmu. Tahanlah sifat yang merugikan kaum muslimin. Berikanlah kasih-sayang kepada orang-orang lemah dan ajarilah orang yang tidak mengetahui. Tersenyumlah di hadapan kaum muslimin. Karena itu merupakan shadaqah. Jadikanlah dirimu sebagi orang yang suka memberi nasihat di hadapan muslimin, dan jangan melalaikan mereka. Cintailah kebaikan pada kaum muslimin, sebagaimana engkau mencintai kebaikan untuk dirimu sendiri. Janganlah meremehkan amal kebaikan, meskipun hal itu remeh menurutmu. Janganlah engkau membiarkan berlalu satu kesempatan pun untuk bertaqarrub kepada Allah, kecuali engkau memanfaatkannya. Bersemangatlah memperbanyak mengintai kebaikan, sebagaimana engkau bersemangat mengintai harta dunia. Jauhilah tempat-tempat syubhat (merugikan), dan menjauhlah dengan membawa agamamu, sehingga engkau tidak akan terkoyak dengan syubhat itu. Jauhkanlah dirimu dari segala sesuatu yang bisa menyeretmu ke dalam kemaksiatan kepada Allah, atau yang dapat mendekatkan dirimu ke dalam maksiat. Berniatlah selalu untuk berbuat kebaikan dan menjauhi yang haram. Ketahuilah, bahwa di dalam niat berbuat baik terdapat balasan dan pahala. Saudaraku… … muslim, Sesungguhya pintu-pintu kebaikan teramat banyak, tak terhitung. Dan orang yang mendapat taufik ialah yang menjadikan hari-harinya sebagai hari-hari penuh kebahagiaan, berusaha dengan keras berbuat ketaatan dan kebaikan. Berbekallah wahai saudaraku, untuk hari akhiratmu! Janganlah masuk dalam lembaranmu, kecuali yang bisa membahagiakanmu kelak ketika engkau saksikan. Mulailah hari-harimu dengan kebaikan dan tutuplah dengan kebaikan juga. Semoga yang sedikit ini bermanfaat untuk para pembaca yang budiman. Dan semoga kita selalu mendapatkan taufik dan hidayah Allah . Amin. (Dinukil dari: kitab Kaifa Tastaqbilu Yaumaka, Karya Syaikh Azhari Ahmad Mahmud)

RG-UG PPI 96 BLOG's Fan Box

RG-UG PPI 96 BLOG on Facebook